The Alam that is not a bunch of flora

JUNE 16 — There was a blackout in Sepang today, and the main meeting room in the council building got all uncomfortable for a good hour without airconditioning.
Might as well, as the representatives from Alam Flora (AF and not to be mistaken for Akademi Fantasia) were already sweating it out, and a lack of ventilation would be a better excuse for themselves than just saying outright that they didn’t have the answers.
A demand for a meeting to discuss the cleaning contracts passed out by the council through AF was met with a “peacemaking cum meet AF” session.
It was thoroughly unsatisfying.
Almost two weeks ago, we presented to the Sepang Council President a letter demanding for a debate on the latest rounds of cleaning contracts disbursed. It is the position of the said councillors that keeping the contracts under the direct management of the council would be better than having it under the opaque care of AF.
For the people of Selangor waste management has been a dire exercise of high clandestine. There were elements of today’s presentation I’ve never heard before, and they only came in form of reluctant responses.
For example:
i) AF would hand to each residential unit three bags per month for garden waste (leaves, grass etc).
ii) You can pay AF for the disposal of large items (sofas, cabinets etc) for a unspecified fee.
iii) You can arrange for a group disposal of items (like spring cleaning of your office, clubhouse etc), again for a fee.
But what excited more were unintended disclosures:
a)    In the past three years (as far back as their most senior rep could remember), they have never terminated agreements with waste and cleaning contractors in Sepang.  The people of Sepang, well at least in my hamlet of Dengkil can provide testimony on area after area which comes under the care of AF which have not been cleaned in the most liberal use of the word clean. So why no terminations?
b)    The Ministry of Housing and Local Government have set up a regulatory body to oversee the waste management industry in the country, which involves monitoring AF, local councils and contractors involved in the business, but as of the moment they are unclear on exactly what that role will be. So they attended the “pow-wow” just as observers
c)    AF Sepang is largely concerned about partitioning the areas into contract zones, receiving applications and “monitoring” services rendered. There was little in the way of identifying what are the key concerns/ blindspots/ dangerspots and exploring ways to overcoming them.
So my point to AF at the point was,
“The council surrenders the role of planning and executing waste management, cleaning and clearing to a third party (AF) in order for a more efficient and effective delivery system, because the presupposition is that the third party (AF) has the expertise and experience. If the present evidence suggests that the delivery system is no better with that third party (AF), then our council is better-off planning and executing that role without the presence of the third party (AF).”
To which I got nothing in reply.
But the battle to get the rakyat to have ownership of their public good delivery can only get traction if more people participate. So participate people. Get the quality of life you deserve.

Advertisements

One thought on “The Alam that is not a bunch of flora

  1. Our Tun M has posted another article , attempting to spoil our floral landscape in malaysia –

    Izin kan saya menyampai kan satu pandangan yang akan menganalisa setiap hujah dari beberapa aspek lain

    Pandangan Keseleruhan landskap Malaysia kini
    1) NEP – Penbaziran Perlaksaan cukup Lebih RM Trillion Ringgit, menggunakan Project Raksaksa untuk memberi faedah infrastruckur besar khusus nya kepada Lembah Klang (Klang Valley) and kebanyakkan di Kuala Lumpur
    Penduduk KL kini dalam rangkuman 6 juta , adakah peluang perkerjaan memadai? adakah pihak berkuasa akan dapat memberi rumah,sekolah and
    banyak lagi kemudahan cukup perlu untuk anak buah negara ini
    di satu tempat . Adakah ini satu pembangunan yang sihat. Negara kita ada 13 negeri and 1 wilayah persekutuan
    .
    Anih nya , bahagian barat malaysia barat umun nya and khusus nya Lembah Kelang telah menikmati kekayaan negara kita. Susah hendak kita nafi kan
    2) NEP – telah membangunkan banyak bumiputra billionare , dan banyak yang di lapor kan and banyak lagi tidak lapor kan. Yang
    Berjaya kerana Pemberian , ya pemberian , anugerah kerajaan pimpinan UMNO, ala Seyd Ahamad Al Bukhari, Tun Daim Zainuddin, Kebanyakan Menteri Cabinet
    khusus nya UMNO and Parti Sabah and Parti Sarawak BN and 600 ratus Kontraktor Klas F ie mereka mereka yang jadi ahli Umno,
    lupa saya pulak , apa nama dia – ah ya ya Tun Pattinggi , Menteri Besar Sarawak, Dato Khir Toyo, Mike Tyson aka Muhammad Taib
    (dia ini popular sampai ke Australia) dan banyak lagi

    Cabinet and Tun Daim khusus nya amat berjasa dalam Pemberian and anugerah anugerah serupa dan semua rakyat jelata malaysia patut ingat Jasa jasa ini.

    3) Pendek nya – kita telah mendapat infrastrukur klas A dalam setengah projek dan yang lain , kita hanyak kena imbas balik kes Bukit Lanjan NKVE,

    Bumbung Bangunan Parliment, Kes Jatuh Tayar Besi Keretapi Monorail di bukit Bintang, Banguanan Bangunan Putrajaya yang kurang kualiti atau
    pun banyak bangunan sekolah yang menghiasi surat khabar tapi tidak dapat ingat atau ala Tun kita hanya bertanya “apa nama” –
    terlalu banyak kes dan tiada tindakan

    4) Semenyak tahun 1970 an lagi, Sekolah Kebangsaan bermakna -Bahasa Pertuturan Umun, untuk pengajian and ujian adalah Bahasa Melayu ,
    yang tukar nama kepada Bahasa Malaysia and Balik Kepada Bahasa Melayu. Semua kaum Semenanjung and Sarawak Fasih dalam pengunaan nya ..
    Fasih sangat sampai bila hendak anak anak kita belajar dalam Bahasa Ingerris atau English , banyak masalah , s
    egi strategi atau perlaksanaan , hingga sekarang kita kan pusing balik jarum..Ini semua bila tun a
    dalah Menteri Pendidikan , Naib Perdana Menteri and Sejurus nya Perdana Menteri Selama 22 tahun.
    Tun adalah Ahli Cabinet dengan jawatan menteri semenyak 1973.

    5) Di hari ini , untuk kita mengingati sosial kontrak yang Tun suka ungkit kan khusus nya yang Bukan Melayu dapat Menyimpan
    bahasa mereka and di beri kerakyataan pada tahun 1957,
    orang muda seperti saya hanya baca di blog blog ala Nasionalis Umno sahaja ,
    tidak dalam buku Sejarah di masa Sekolah – Tun boleh tolong saya dalam perkara ini Buku nya di tulis oleh En Doraisamy
    seorang Guru Sejarah terkenal dalam Tanah air

    Yang Saya and dan banyak rakan rakan saya sebaya ialah – kita jenerasi ketiga di malasyia and dan sekarang telah pun membawa masuk jenerai ke empat –
    ini benar untuk china, india, dayak, dusun , senoi and semua suku sakat kaum kita dan dengan anak anak melayu yang lain kita telah
    di ikat janji kepada satu ikatan kontrak yang tidak dalam perlembagaan kita
    di sini tidak kita pertikaikan tempat istimewa Kaum Melayu, suku bumiputra sarawak atau kaum peribumi ataupun status islam

    apa yang hendak kita sampai kan di sini ialah mereka yang ingat ini patut and dah patuh kepada kontrak sosial and cara perlaksanaan
    Tun ialah mereke mereka yang berumur 18 tahun keatas pada Tahun 1957 and sekarang mereka berumur 60 tahun keatas pada hari ini.
    Semuan mereka kebawah umur ini yang dibilang tidak matang – tidak boleh di ikat janji – kita yang muda berani berubah dan
    hendak bina malaysia yang lebih berjaya dari dulu.

    Pendek nya tun
    Banyak hajat NEP yang baik pun di goda and perkosa kan, banyak Wang Rakyat yang kerjaan telah membazir and tidak kena pada sasaran nya

    Satu contoh yang mudah,
    Kalau kita buat polisi untuk memberi pertologan kewangan , pendidikan and biasiwa kepada s
    emua di bawah takat RM 1500 sebulan tanpa kira kaum – akan kita saksi kan 6 melayu, 2 china , 1 india and 1 lain lain –
    ikut hitungan Tun sendiri mendapat bantuan , sekira dilaksana kan dengan betul and tidak mengira warna(color blind) , tapi bukan ini yang kita buat

    53 tahun kita merdeka, tun sendiri berhujah hendak melihat R
    akyat berbilang bangsa mengelar diri mereka bangsa Malaysia.
    Adakah Pemikiran yang Tun sampai kan di sini menolong keadaan ini. Sudah lah Tun? Tepuk dada tanya selera?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s